AKU TAK BISA LAGI MENULIS_ _ _ _ _
Bentang dari Sabang hingga Merauke, perlahan garis itu tergores surut
Garis yang berduri-duri itu menusuk ragaku hingga rintih
Dari sejengkal langkah yang karat dan geming suara bergantian
Satu persatu pena-pena itu melambai penuh sayu
Mereka datang dengan jumlah ribuan
Lalu mereka berbaris rapi, membentuk sebuah antrean
Salah satu dari mereka berkata padaku, ''Gunakanlah aku untuk menulis. Biarlah aku jadi pena yang menulis mahakaryamu.''
Tiba-tiba mereka menghampiriku, sayang aku tak bisa lagi menulis
Menulis ragam puisi ataupun cerita-cerita pendek
Mereka semua menjauh dariku, menjauh dari angan dan kehidupanku
Pula, inspirasi yang dulu terus mengucur deras
Kini, ia lekang melihat lembaran-lembaran kusam
Aku tak tahu, mungkin semua itu hanya pilu sembilu
Tanganku tak lagi berdaya, bahkan tuk menggerakkannya
Hanya kau yang berani mampir kepadaku
Ku tahu, kau bukanlah penakut. Meskipun malaikat pencabut nyawa menemuimu
Dan kau pula yang telah mengajariku menulis
Namun, pena maafkan aku, aku bukan lagi orang penulis
Gaya bahasa rompis, rima dan sajak berpuitis, pilihan kata yang titis
Dulu aku punyai semua itu
Tapi, sekarang mereka lenyap entah kemana
Aku pun sedih kehilangan semua itu, semua yang telah menghidupkan tulisanku
Mungkin inilah tabir hidup, dan semua itu membuatku makin redup
Maafkan aku, pena. Aku tak bisa bersamamu
Karena aku tak kuat lagi menulis
Karena aku tak mampu lagi menulis
Karena aku tak bisa lagi menulis, untuk dirimu, diriku, dan pembaca karyaku
nice blog :)
ReplyDelete