Tuesday, July 5, 2011

|| AKU TAK BISA LAGI MENULIS ||

AKU TAK BISA LAGI MENULIS_ _ _ _ _

Bentang dari Sabang hingga Merauke, perlahan garis itu tergores surut

Garis yang berduri-duri itu menusuk ragaku hingga rintih

Dari sejengkal langkah yang karat dan geming suara bergantian

Satu persatu pena-pena itu melambai penuh sayu

Mereka datang dengan jumlah ribuan

Lalu mereka berbaris rapi, membentuk sebuah antrean

Salah satu dari mereka berkata padaku, ''Gunakanlah aku untuk menulis. Biarlah aku jadi pena yang menulis mahakaryamu.''

Tiba-tiba mereka menghampiriku, sayang aku tak bisa lagi menulis

Menulis ragam puisi ataupun cerita-cerita pendek

Mereka semua menjauh dariku, menjauh dari angan dan kehidupanku

Pula, inspirasi yang dulu terus mengucur deras

Kini, ia lekang melihat lembaran-lembaran kusam

Aku tak tahu, mungkin semua itu hanya pilu sembilu

Tanganku tak lagi berdaya, bahkan tuk menggerakkannya

Hanya kau yang berani mampir kepadaku

Ku tahu, kau bukanlah penakut. Meskipun malaikat pencabut nyawa menemuimu

Dan kau pula yang telah mengajariku menulis

Namun, pena maafkan aku, aku bukan lagi orang penulis

Gaya bahasa rompis, rima dan sajak berpuitis, pilihan kata yang titis

Dulu aku punyai semua itu

Tapi, sekarang mereka lenyap entah kemana

Aku pun sedih kehilangan semua itu, semua yang telah menghidupkan tulisanku

Mungkin inilah tabir hidup, dan semua itu membuatku makin redup

Maafkan aku, pena. Aku tak bisa bersamamu

Karena aku tak kuat lagi menulis

Karena aku tak mampu lagi menulis

Karena aku tak bisa lagi menulis, untuk dirimu, diriku, dan pembaca karyaku

1 comment: