Saturday, April 9, 2011

>>> SEBUAH PESAN, UNTUKMU LANGIT <<< |by Angkasa Yoga Inspira

Remang, jerit sekikil batu yang terlempar sambu

Hempas bayu menyiratkan dedaunan kering yang menggumpal

Satu, dua, detik demi detik loji pasir membolak-balik tubuh rampingnya

Terdengar kabar goreh jamban kehidupan sepantang

Retikan gerimis yang bersimphoni dengan dedauna hijan menginspirasi


Terbuang, diriku memang. Mustahil bagi kalian

Namun, sebuah pesan dari pena mungil yang kehausan tinta

Katanya, ia juga mengemis akan keadilan hidup..

Mencari sebuah jawaban, menelisik masa lalu

Bersahabat dengan waktu, sedih menyepi sendiri


Bersandar di bawah payung rumpang dan kain gombal

Dan seorang teman setia, engkau langit

Aku harus bisa, tanganku adalah sayap, kakiku setumpuk harap

Setiap kata mutiara yang terucap, mengadukan buih-buih nista, mencuri-curi pandang

Kala ku pandang sebutir bintang malam itu


Aku berbagi cerita padanya, memberi arti hidupnya

Hari benar-benar sudah memberontak, kelam

Orang-orang mulai menelusur jalan-jalan desa membawa teplok kesombongan

Sementara aku, apa yang kupunya???

Selain secarik kertas dan pena kurus yang mulai tersedak

Aku mulai menggores sebongkah kata dan berkisah

Menggeluti semua penghalang-penghalangku

Mencari sumber energi dengan inspirasi


Ku tatap nenar sorot tajam langit gempar

Ku teriakkan sederet frasa yang menggema

Aku ingin menembus langit, dan menjadi satu-satunya

Walau derita dupa panah-panah menusuk bingkai tulangku

Sekalipun jiwa ragaku harus ku pertaruhkan

Pun melemparkan sekanting darah penghabisan

Horison langit malam, adalah saksi yang pertama

Dan untuk terakhir kalinya. . .

No comments:

Post a Comment