Thursday, May 5, 2011

¿¿¿MENGAPA LANGIT BERWARNA BIRU¿¿¿ |Angkasa Yoga Inspira

Tahukah kau, mengapa langit berwarna biru?

Aku pun tak tahu, hanya sedikit saja kutahu

Langit berwarna biru, sebab ia iri pada samudera

Yang juga berwarna biru

Dari ketinggian ia terus memandang

Ada juga yang berkata, langit kian berpendar

Jauh dari teropong bintang yang menjadi pengamat angsa-angsa bisa terbang

Menyusur belantara dan belum juga berbalas
***

Apakah semburat yang memecah di langit

Kan tetap menyatu pada bayang-bayang semu

Yang dulu pernah terurai di sebuah buku lawas

Di sana jelas terkemas

Oleh bias tangis yang mereda

Di tengah perebutan podium sengsara
***

Sementara di belahan bumi utara

Kudapati jeritan bayi-bayi penguin

Erangan makin keras

Ke dengar menyesali akan hidupnya

Bahkan terdengar dari puncak kemajuan
***

Mengapa langit berwarna biru?

Tidak hitam, putih, atau warna magis

Terbias bayu utara kembali ke jurang atlantis

Sempat ku menatap, hingga mata ini mengeluarkan tangis

Padahal langit berwarna biru

Tapi, biru adalah warna yang pantas

Untuk menaungi dunia yang makin panas

Saking panasnya, artis-artis ikut panas

Dalam kamar diskotik setiap Kamis dan Jumat
***

Jangan biarkan ia luntur karena dosa

Yang ia pungut sepanjang jalan menuju kota

Gubris akan tipis baju yang ia kena

Ulah dari asap-asap mengendara

Sepanjang lintas horison di dalam bola
***

Adakah seorang yang tahu?

Mengapa langit berwarna biru?

Dan berganti merah di kala senja

Tampaknya, ia tak kuat menahan kantuk

Dari jejal bola-bola surya

Kapan ini berakhir?

Mungkin kapan-kapan

Kata seorang penyair yang mahir

Dalam diksi rona pelangi, untuk kata yang ia iris, dari bungkus sebuah puisi
***

Hari terakhir, langit makin membiru

Sepasang mata mulai tertuju

Pada tenggak seribu arak, yang ia minum dengan elak

Kini wajahnya merah merona, bukan biru

Karena ajal yang tak bisa diganjal

Dengan setitik rona biru

No comments:

Post a Comment